Focus Group Discussion


Menuju peringatan 60 tahun UK Petra, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UK Petra menggelar Focus Group Discussion (FGD). Mengangkat tema “Pancasila- UUD’45- Bhinneka Tunggal Ika - NKRI: Kabar Baik Untuk Bangsa”, digelar secara daring pada 3 Februari 2021. FGD ini merupakan kelanjutan dari Round Table Discussion (RTD) yang digelar pada Desember 2020 lalu. Diikuti oleh sekitar 65 peserta merupakan praktisi yang memiliki panggilan, aktif, dan peduli dengan problem kebangsaan. UK Petra akan memfasilitasi dan mengerjakan 3 program strategis yaitu bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, bidang hukum, etika, dan kepemimpinan, serta bidang pendidikan dan kurikulum. Peserta dapat bergabung dalam program strategis ini selama satu tahun kedepan. Menghadirkan lima pembicara dalam acara kali ini antara lain Romo Prof. Dr. Franz Magnis Suseno, SJ., Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M., Dr. Magdalena Pranata Santoso, S.Th., M.Si., Saur Marlina Br. Manurung, MAAPD., serta Agus Susanto, Ph.D. Para peserta dibagi kedalam lima ruangan bersama masing-masing pembicara. Sebelumnya, pembicara memaparkan garis besar dari topik yang dibawakan di masing-masing ruangan kepada seluruh peserta. Basuki Tjahaja Purnama menjelaskan bahwa pancasila bukan hanya sekedar pilar, melainkan adalah dasar dan fondasi bagi Bangsa Indonesia. Menurutnya, semua peserta harus memiliki perspektif yang sama terlebih dahulu tentang pilar ini. “Apa tugas kita? Jika melihat pembelajaran Kitab Suci, saya suka sekali dengan kisah Nehemia, ia membangun tembok Yerusalem. Saya kira tugas kita adalah mendirikan rumah Bangsa Indonesia, yaitu rumah pancasila, semua ras, suku, agama, antar golongan boleh tinggal, bahkan adanya keadilan sosial di dalam rumah pancasila ini,” ujar Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) ini. Hal ini sejalan dengan pemaparan dari Romo Magnis, umat kristiani menjadi kabar baik dengan menjadi saksi Kristus yang membuat nyata cita-cita Pancasila. Karena melalui Pancasila, nilai-nilai dan harapan-harapan terbaik Bangsa Indonesia terungkap. Pancasila merupakan rahmat bagi umat kristiani, yang dapat menjadi wahana merealisasikan cita-cita Kristiani dalam dimensi politik di Indonesia. Saur Marlina Br. Manurung, MAAPD. di bidang pendidikan menyatakan tentang pendidikan yang kontekstual yang berkeadilan sosial, serta bagaimana seharusnya keberagaman itu dirayakan. Kemudian Agus Susanto, Ph.D. membahas tentang bagaimana kontekstualisasi Firman Tuhan dalam dunia pendidikan. Sedangkan Dr. Magdalena Pranata Santoso, S.Th., M.Si., di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat menyampaikan cita-cita mewujudkan sebuah masterplan kolaborasi nasional dalam penelitian dan pengabdian masyarakat. “Yang jelas yang bisa dilakukan agar ketika para akademisi melakukan penelitian dan pengabdian, pondasi rumah Bangsa Indonesia seperti Pancasila, UUD 1945, Bhineka tunggal ika, bisa menjadi perspektif dalam terang Injil Kristus,” ungkap Dekan FKIP UK Petra ini. (rut/Aj)

Focus Group Discussion


Menuju peringatan 60 tahun UK Petra, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UK Petra menggelar Focus Group Discussion (FGD). Mengangkat tema “Pancasila- UUD’45- Bhinneka Tunggal Ika - NKRI: Kabar Baik Untuk Bangsa”, digelar secara daring pada 3 Februari 2021. FGD ini merupakan kelanjutan dari Round Table Discussion (RTD) yang digelar pada Desember 2020 lalu. Diikuti oleh sekitar 65 peserta merupakan praktisi yang memiliki panggilan, aktif, dan peduli dengan problem kebangsaan. UK Petra akan memfasilitasi dan mengerjakan 3 program strategis yaitu bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, bidang hukum, etika, dan kepemimpinan, serta bidang pendidikan dan kurikulum. Peserta dapat bergabung dalam program strategis ini selama satu tahun kedepan. Menghadirkan lima pembicara dalam acara kali ini antara lain Romo Prof. Dr. Franz Magnis Suseno, SJ., Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M., Dr. Magdalena Pranata Santoso, S.Th., M.Si., Saur Marlina Br. Manurung, MAAPD., serta Agus Susanto, Ph.D. Para peserta dibagi kedalam lima ruangan bersama masing-masing pembicara. Sebelumnya, pembicara memaparkan garis besar dari topik yang dibawakan di masing-masing ruangan kepada seluruh peserta. Basuki Tjahaja Purnama menjelaskan bahwa pancasila bukan hanya sekedar pilar, melainkan adalah dasar dan fondasi bagi Bangsa Indonesia. Menurutnya, semua peserta harus memiliki perspektif yang sama terlebih dahulu tentang pilar ini. “Apa tugas kita? Jika melihat pembelajaran Kitab Suci, saya suka sekali dengan kisah Nehemia, ia membangun tembok Yerusalem. Saya kira tugas kita adalah mendirikan rumah Bangsa Indonesia, yaitu rumah pancasila, semua ras, suku, agama, antar golongan boleh tinggal, bahkan adanya keadilan sosial di dalam rumah pancasila ini,” ujar Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) ini. Hal ini sejalan dengan pemaparan dari Romo Magnis, umat kristiani menjadi kabar baik dengan menjadi saksi Kristus yang membuat nyata cita-cita Pancasila. Karena melalui Pancasila, nilai-nilai dan harapan-harapan terbaik Bangsa Indonesia terungkap. Pancasila merupakan rahmat bagi umat kristiani, yang dapat menjadi wahana merealisasikan cita-cita Kristiani dalam dimensi politik di Indonesia. Saur Marlina Br. Manurung, MAAPD. di bidang pendidikan menyatakan tentang pendidikan yang kontekstual yang berkeadilan sosial, serta bagaimana seharusnya keberagaman itu dirayakan. Kemudian Agus Susanto, Ph.D. membahas tentang bagaimana kontekstualisasi Firman Tuhan dalam dunia pendidikan. Sedangkan Dr. Magdalena Pranata Santoso, S.Th., M.Si., di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat menyampaikan cita-cita mewujudkan sebuah masterplan kolaborasi nasional dalam penelitian dan pengabdian masyarakat. “Yang jelas yang bisa dilakukan agar ketika para akademisi melakukan penelitian dan pengabdian, pondasi rumah Bangsa Indonesia seperti Pancasila, UUD 1945, Bhineka tunggal ika, bisa menjadi perspektif dalam terang Injil Kristus,” ungkap Dekan FKIP UK Petra ini. (rut/Aj)